Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 233-239

[8] Yaitu dengan tidak keluar dari rumah suaminya, tidak berhias dan tidak menikah. Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya si istri berihdad (berkabung) selama masa ‘iddah karena ditinggal wafat suaminya, tidak karena perceraian dan perpisahan lainnya.

[9] Keumuman ini ditakhshis dengan hamil, yakni wanita yang ditinggal wafat suaminya, jika ia hamil, maka ‘iddahnya sampai melahirkan. Menjalani masa ‘iddah selama empat bulan sepuluh hari adalah bagi wanita merdeka, adapun bagi wanita budak, maka ‘iddahnya separuhnya, yaitu dua bulan lima hari.

[10] Ayat ini menunjukkan bahwa hendaknya wali memperhatikan urusan si wanita, melarangnya dari mengerjakan perbuatan yang dilarang dan menekannya untuk menjalankan perbuatan yang wajib dilakukan serta membiarkan perkara yang dibolehkan oleh syari’at.

[11] Berhias, bepergian atau menerima pinangan.

[12] Sesuai syari’at; atau tidak haram dan tidak makruh.

[13] Dia mengetahui amalan yang kamu kerjakan baik nampak maupun tersembunyi, jelas maupun samar dan Dia akan memberikan balasan terhadapnya.

, , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *