Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 233-239

[24] Baik berbuat kepada wanita yang dicerai maupun kepada diri mereka sendiri dengan mentaati Allah.

[25] Maksudnya istri yang ditalak membebaskan, yaitu dengan membebaskan suami membayar separuh mahar yang sebelumnya berhak dimiliki mereka.

[26] Ialah suami atau wali. Jika wali membebaskan, maka suami dibebaskan dari membayar mahar yang seperdua, sedangkan jika suami yang membebaskan, maka dia membayar seluruh mahar. Namun menurut pendapat yang shahih, maksud “orang yang memegang ikatan nikah” adalah suami, karena dialah yang memiliki hak melepaskan ikatan (talak), di samping itu karena wali tidak sah membebaskan sesuatu yang wajib dimiliki wanita, karena dia bukan pemilik dan bukan pula wakil (lih. Tafsir As Sa’diy).

[27] Maksudnya: Jangan melupakan sikap memberikan kelebihan dan ihsan kepada orang lain, seperti memberikan pemberian yang tidak wajib dan membebaskan hak. Sikap ihsan (memberi lebih) merupakan cara mu’amalah (berhubungan dengan orang lain) yang paling baik, karena mu’amalah dengan orang lain ada dua tingkatan:

Pertama, adil (disebut juga inshaf), yaitu menerima hak dan memenuhi kewajiban.

Kedua, memberi lebih (disebut ihsan), yaitu memberikan sesuatu yang tidak wajib, membebaskan hak dan tidak mengutamakan diri sendiri.

, , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *