Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 253-255

[3] Yakni Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan umumnya risalah Beliau, ditutupnya kenabian dengan Beliau, dilebihkan umatnya di atas umat-umat yang lain dll. Bahkan pada diri Beliau berkumpul keistimewaan yang terpisah-pisah pada diri yang lain.

[4] Seperti dapat menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir, orang yang terkena penyakit sopak dan menghidupkan orang yang sudah mati. Semua itu dengan izin Allah. Hal tersebut untuk membuktikan kenabiannya, bahwa dia adalah hamba Allah dan rasul-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan dengan tiupan ruh dari-Nya.

[5] Menurut jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah Malaikat Jibril. Malaikat Jibril berjalan bersama Nabi Isa di mana saja ia berjalan. Ada pula yang mengartikan Ruhul Qudus dengan “iman, keyakinan dan diberi kekuatan untuk menjalankan perintah yang dibebankan kepadanya”.

[6] Di antara mereka ada yang beriman dan ada yang tetap kafir. Akibatnya, terjadilah perpecahan, permusuhan dan peperangan. Meskipun begitu, jika Allah menghendaki tentu tidak akan terjadi saling membunuh.

Dalam ayat di atas terdapat dalil bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala senantiasa berbuat sesuai yang dikehendaki-Nya dan sesuai hikmah-Nya. Di antara perbuatan-Nya adalah sebagaimana yang diberitakan Allah dan rasul-Nya, seperti: istiwa’ (bersemayam), turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir, berkata dan berbuat. Perbuatan tersebut disebut af’aal ikhtiyariyyah.

[7] Mencakup sedekah wajib (seperti zakat) maupun sedekah sunat agar mereka memiliki simpanan dan pahala yang besar di hari akhirat, hari di mana orang-orang sangat membutuhkan amal shalih meskipun seberat dzarrah (debu).

, , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *