Tafsir Surah Al A’raaf Ayat 155-166

[39] Inilah tujuan utama melakukan nahi mungkar, sebagai alasan kepada Allah, menegakan hujjah, dan boleh jadi Allah memberinya petunjuk.

[40] Inilah Sunatullah, yakni bahwa hukuman ketika turun, yang selamat biasanya orang-orang yang melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Namun apakah golongan yang tidak melakukan penjaringan ikan tetapi tidak mengingkari ikut selamat? Para mufassir berbeda pendapat, zhahirnya bahwa mereka ikut selamat, karena Allah mengkhususkan hukuman itu kepada orang-orang yang zalim, sedangkan Allah tidak menyebut golongan yang ketiga sebagai zalim, oleh karenanya hukuman itu khusus menimpa orang-orang yang melanggar aturan pada hari Sabat, di samping itu amar ma’ruf dan nahi mungkar hukumnya fardhu kifayah, jika suda ada yang melakukannya maka bagi yang lain menjadi gugur, oleh karenanya mereka mencukupkan diri dengan pengingkaran oleh yang lain. Demikian juga mereka mengingkari dengan hatinya berdasarkan kata-kata, “Mengapa kamu menasehati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” di mana mereka juga membenci perbuatan itu dan menampakkan marahnya dengan kata-kata itu

[41] Hati mereka menjadi keras.

[42] Jumhur (mayoritas) mufassir menerangkan bahwa mereka benar-benar berubah menjadi kera, hanyasaja mereka tidak beranak, tidak makan dan minum, dan tidak hidup lebih dari tiga hari.

Demikianlah artikel mengenai Tafsir Surah Al A’raaf Ayat 155-166. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai Tafsir Al Qur,an. Bagi sobat yang sudah membaca tulisan diatas, sobat bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar. Saran dan kritik sobat sangat berguna untuk perkembangan situs ini kedepannya.

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *