Tafsir Surah Al A’raaf Ayat 155-166

[27] Ketika mereka berada di padang Tiih, yang melindungi mereka dari panas terik matahari.

[28] Manna adalah makanan manis seperti madu, sedangkan Salwa adalah burung sebangsa puyuh.

[29] Ketika mereka tidak bersyukur kepada Allah dan tidak mengerjakan kewajiban yang Allah bebankan.

[30] Mereka diperintah untuk mengucapkan hiththatun (artinya, “Bebaskanlah kami dari dosa”), namun mereka merubahnya sambil mencemooh dan mengucapkan hinthatun (artinya: gandum) sebagai gantinya, atau mengucapkan “hitthatun” namun dengan menambah “Habbah fii sya’iirah” (artinya: biji dalam sebuah gandum), dan lagi mereka masuk ke pintu gerbangnya sambil membelakangi (merangkak dengan mengedepankan bokong mereka). Jika mereka sudah berani merubah ucapan yang diperintahkan kepada mereka padahal ringan melakukannya, maka merubah sikap lebih berani lagi. Oleh karenanya, mereka masuk ke negeri itu dalam keadaan membelakangi (tidak sambil membungkuk).

[31] Bisa berupa tha’un atau hukuman dari langit lainnya.

[32] Sebagai celaan untuk mereka.

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *