Tafsir Surah Al A’raaf Ayat 155-166

[33] Yaitu kota Eliah yang terletak di pantai laut merah antara kota Madyan dan bukit Thur.

[34] Menurut aturan itu, mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabtu, karena hari Sabtu dikhususkan untuk beribadah, namun mereka malah menjaring ikan pada hari itu dengan meletakkan jaringnya di sana.

[35] Sikap mereka yang selalu berbuat fasik itulah yang menyebabkan mereka mendapatkan ujian tersebut. Ikan-ikan datang kepada mereka pada hari Sabtu, sedangkan pada hari-hari yang lain tidak datang, maka mereka mensiasatinya dengan membuat galian, lalu meletakkan jaring padanya. Ketika tiba hari Sabtu dan ikan-ikan terjaring ke dalamnya, mereka tidak mengambilnya pada hari itu, pada hari Ahadlah mereka mengambilnya sebagai helat mereka (sikap cari celah dan kesempatan). Kemudian perbuatan itu banyak dilakukan pula oleh yang lain sehingga keadaan mereka terbagi menjadi tiga golongan; (1) golongan yang ikut membuat galian dan meletakkan jaring, (2) golongan yang melarang, dan (3) golongan yang tidak menjaring dan tidak melarang (atau merasa cukup dengan nahi mungkar oleh selain mereka). Golongan yang ketiga inilah yang berkata kepada golongan kedua yang melakukan nahi mungkar (lihat ayat selanjutnya).

[36] Yakni yang tidak melakukan penjaringan ikan dan tidak melarang.

[37] Kepada mereka yang melarang.

[38] Alasan mereka adalah bahwa mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan dan agar mereka tidak digolongkan sebagai orang yang membiarkan kemungkaran.

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *