Tafsir Surah An Nahl Ayat 97-110

[3] Yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi hati dan ilmu yang banyak.

[4] Yakni dengan mengucapkan, “A’uudzu billahi minasy syaithaanir rajiim” (artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Hal itu, karena setan berusaha memalingkan manusia dari maksud dan makna Al Qur’an, maka jalan keluarnya adalah dengan meminta perlindungan kepada Allah dari godaannya agar perhatian seseorang tertuju kepada Al Qur’an dan tidak berpaling daripadanya.

[5] Dengan tawakkal mereka kepada-Nya, Allah singkirkan gangguan setan, sehingga tidak ada jalan bagi setan untuk masuk menguasainya.

[6] Dengan menaatinya dan ikut ke dalam golongannya. Jika setan sebagai pemimpinnya, maka dia akan menggiring mereka ke dalam neraka, wal ‘iyaadz billah.

[7] Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan, bahwa orang-orang yang mendustakan Al Qur’an berusaha mencari sesuatu yang bisa menjadi hujjah bagi mereka, padahal Allah Subhaanahu wa Ta’aala adalah hakim yang Mahabijaksana yang menetapkan hukum-hukum dan mengganti hukum yang satu dengan hukum yang lain karena hikmah dan rahmat-Nya. Ketika mereka melihat seperti itu, mereka pun mencela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencela apa yang Beliau bawa.”

[8] Dengan menasakh(hapus)nya, dan menurunkan ayat yang lain untuk maslahat hamba.

, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *