Tafsir Surah An Nahl Ayat 97-110

[22] Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan tentang buruknya keadaan orang yang kafir kepada Allah setelah beriman. Seakan-akan mereka adalah orang yang buta setelah melihat dan kembali kepada kesesatan setelah mendapat petunjuk.

[23] Dan boleh baginya mengucapkan kata-kata kufur ketika dipaksa. Fiqih yang dapat diambil dari ayat ini adalah bahwa ucapan orang yang dipaksa tidaklah dipandang dan tidak membuah hukum syar’i, baik dalam urusan talak, memerdekakan, jual-beli dan akad lainnya. Hal ini, karena apabila seseorang tidak berdosa mengucapkan kata-kata kufur ketika dipaksa, maka urusan lain tentu lebih berhak tidak mendapatkan dosa.

[24] Yakni hatinya rela dengan kekafiran.

[25] Jika Dia murka, maka tidak ada satu pun makhluk yang berani berdiri, dan segala sesuatu akan ikut murka.

[26] Yakni murtadnya mereka dari agama Islam.

[27] Mereka lebih memilih kekafiran daripada keimanan karena mencintai kesenangan dunia, maka Allah mencegah mereka dari beriman.

, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *