Tafsir Surah An Nahl Ayat 97-110

[28] Oleh karena itu, hatinya tidak bisa dimasuki kebaikan, sedangkan pendengaran dan penglihatan tidak bisa menerima manfaat yang akan sampai ke dalam hati mereka.

[29] Karena tempat kembali mereka ke neraka dan mereka kehilangan nikmat yang kekal.

[30] Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Ada segolongan kaum di antara penduduk Mekah yang masuk Islam. Mereka meremehkan Islam, maka orang-orang musyrik memaksa mereka keluar bersama mereka pada perang Badar. Sebagian di antara mereka tertangkap, dan sebagian lagi terbunuh. Maka kaum muslimin berkata, “Para tawanan kita ini adalah kaum muslimin, mereka dipaksa, maka mintakanlah ampunan untuk mereka.” Maka turunlah ayat kepada mereka, “Innalladziina tawaffaahumum malaa’ikatu zhaalimii anfusihim…dst.” (An NIsaa’: 97) Ibnu Abbas berkata, “Maka dikirimlah surat berisi ayat tersebut kepada kaum muslimin yang tinggal di Mekah. Mereka (kaum muslimin) pun keluar, lalu ditemui oleh kaum musyrik, kemudian mereka menimpakan fitnah (gangguan kepada kaum muslimin), maka turunlah ayat ini, “Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah…dst.” (terj. Al ‘Ankabut: 10), maka kaum muslimin mengirimkan surat kepada mereka berisikan ayat tersebut. Mereka pun keluar (dari Mekah) dan nampak beputus asa dari semua kebaikan, kemudian turunlah ayat tentang mereka, “Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Kaum muslimin kemudian mengirimkan surat berisikan ayat tersebut dan menerangkan kepada mereka, “Bahwa Allah telah memberikan jalan keluar kepada kamu.” Mereka pun keluar dan ditemui oleh kaum musyrik, lalu mereka diperangi, di antara mereka ada yang selamat dan di antara mereka ada yang terbunuh. Syaikh Muqbil berkata, “Hadits ini menurut Al Haitsami dalam Majma’uzzawaa’id juz 7 hal. 10, “Para perawinya adalah para perawi hadits shahih selain Muhammad bin Syuraik, namun dia tsiqah.”

[31] Di atas ketaatan.

[32] Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengurus hamba-hamba-Nya yang ikhlas dengan kelembutan dan ihsan-Nya, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi orang yang berhijrah di jalan-Nya, meninggalkan tempat tinggal dan hartanya karena mencari keridhaan-Nya. Meskipun ia mendapat gangguan dalam menjalankan agamanya agar kembali kafir, namun ia tetap berada di atas keimanan, dan dapat pergi membawa iman, kemudian dia berjihad melawan musuh-musuh Allah untuk memasukkan mereka ke dalam agama Allah dengan lisan dan tangannya, dan bersabar dalam melakukan ibadah-ibadah yang berat itu. Ini merupakan sebab paling besar untuk memperoleh pemberian yang paling baik, yaitu ampunan Allah terhadap semua dosa besar maupun kecil. Di dalamnya mengandung selamat dari setiap perkara yang tidak diinginkan dan memperoleh rahmat-Nya yang besar, di mana dengan rahmat-Nya keadaan mereka menjadi baik, urusan agama dan dunia mereka semakin lurus. Demikian pula mereka akan mendapatkan rahmat Allah di hari kiamat.

Demikianlah artikel mengenai Tafsir Surah An Nahl Ayat 97-110. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai Tafsir Al Qur,an. Bagi sobat yang sudah membaca tulisan diatas, sobat bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar. Saran dan kritik sobat sangat berguna untuk perkembangan situs ini kedepannya. Salam Edukasi

, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *