Tafsir Surah Hud Ayat 114-123

[5] Yakni dosa-dosa kecil, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu ke shalat Jum’at berikutnya, dan Ramadhan yang satu ke Ramadhan berikutnya mengapuskan dosa-dosa antara keduanya apabila ia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

[6] Kata “itu” di sini bisa tertuju kepada perintah-perintah sebelumnya, yaitu tetap istiqmah di atas jalan yang lurus, tidak melampaui batas, tidak cenderung kepada orang-orang zalim, mendirikan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan-kebaikan dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan.

[7] Dengannya mereka dapat memahami perintah dan larangan Allah, dan mereka bisa mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang membuahkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Akan tetapi, perbuatan tersebut butuh usaha keras dari dalam diri manusia dan kesabaran, oleh karenanya pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan bersabar.

[8] Yakni terhadap gangguan kaummu atau bersabarlah dalam mendirikan shalat atau secara umum bersabar di atas ketaatan dan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan.

[9] Yaitu mereka yang bersabar di atas ketaatan dan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan.

[10] Setelah sebelumnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan tentang kebinasaan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan bahwa kalau sekiranya di kalangan umat-umat itu ada orang-orang yang utama yang mengajak kepada petunjuk dan melarang perbuatan buruk, tentu mereka akan selamat, akan tetapi sedikit sekali orang yang melakukan. Oleh karena itu, umat akan tetap eksis selama mereka mengikuti petunjuk Allah yang dibawa oleh para rasul, dan jika mereka meninggalkannya, maka mereka akan binasa.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *