Tafsir Surah Ibrahim Ayat 13-22

18. Perumpamaan orang yang kafir kepada Tuhannya, perbuatan mereka[12] seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang[13]. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)[14]. Yang demikian itu adalah kesesatan[15] yang jauh.

Ayat 19-20: Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam membinasakan orang-orang kafir

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ (١٩) وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ (٢٠

Terjemah Surat Ibrahim Ayat 19-20

19.[16] Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak(benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru[17] (untuk menggantikan kamu),

20. Dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah[18].

Ayat 21-22: Akibat dari taqlid buta (ikut-ikutan tanpa ilmu), contoh percakapan anata penghuni neraka, dan sikap Iblis terhadap para pengikutnya

وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ (٢١)وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢

Terjemah Surat Ibrahim Ayat 21-22

21. Dan mereka semua menghadap[19] ke hadirat Allah[20], lalu orang yang lemah[21] berkata kepada orang yang sombong[22], “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu[23], maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja?” Mereka menjawab, “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”

, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *