Tafsir Surah Ibrahim Ayat 13-22

22. Dan setan[24] berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan[25], “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar[26], dan aku pun telah menjanjikan kepadamu[27] tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu[28], melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri[29]. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku[30]. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” [31]Sungguh, orang yang zalim[32] akan mendapat siksaan yang pedih.

[1] Setelah disebutkan dakwah para rasul kepada kaumnya dan istiqamahnya mereka di atas itu serta tidak bosannya mereka melakukannya, maka disebutkan akhir keadaan mereka dengan kaum mereka.

[2] Mengancam para rasul.

[3] Mereka mengancam para rasul akan mengusir mereka dari negeri mereka, dan mereka menisbatkan negeri itu kepada diri mereka sambil menyangka bahwa Rasul tidak ada hak tinggal di negeri tersebut. Hal ini merupakan kezaliman yang besar, karena sesungguhnya Allah mengeluarkan hamba-hamba-Nya ke bumi dan memerintahkan mereka beribadah kepada-Nya serta menundukkan bumi dan apa yang berada di atasnya untuk membantu mereka beribadah kepada-Nya. Barang siapa yang menggunakannya untuk beribadah kepada Allah, maka bumi itu halal baginya. Akan tetapi barang siapa yang menggunakannya untuk kafir kepada-Nya dan melakukan berbagai kemaksiatan, maka bumi itu tidak diperuntukkan kepadanya dan tidak halal baginya. Dari sini diketahui, bahwa musuh-musuh rasul sesungguhnya tidak berhak menempati negeri itu, apalagi sampai mengancam untuk mengusir rasul. Kalau pun merujuk kepada adat kebiasaan, maka rasul termasuk warganya. Oleh karena itu, atas dasar apa mereka menghalangi hak para rasul untuk menempati negeri tersebut? Bukankah hal itu menunjukkan tidak adanya agama dan kebijaksanaan. Oleh karena itu, ketika sudah seperti ini keadaannya, maka tidak ada jalan lalan selain membinasakan mereka.

[4] Setelah mereka binasa.

[5] Menghadap ke hadirat Allah ialah pertemuan dengan Allah Subhaanahu wa Ta’aala pada hari kiamat untuk dihisab.

, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *