Tafsir Surah Yusuf Ayat 30-42

[2] Al ‘Aziz sebutan bagi pembesar di Mesir. Istri Al ‘Aziz di sini adalah istri Qithfir.

[3] Yakni hal ini perkara yang memalukan, ia adalah wanita yang berkedudukan tinggi, dan suaminya pun berkedudukan tinggi. Namun ia malah merayu pelayannya yang berada di bawahnya dan memberikan dirinya untuk pelayannya.

[4] Yakni karena terjadi hal yang tidak patut terjadi ini.

[5] Yakni ghibahnya.

[6] Yang siap dengan permadani dan bantal, demikian pula makanan yang enak yang di antaranya ada makanan yang butuh dipotong dengan pisau, bisa berupa buah utruj (limau) atau lainnya.

[7] Karena keelokan rupa yang dimilikinya tidak seperti laki-laki pada umumnya. Setelah kaum wanita mengakui keelokan Yusuf pada fisiknya, istri Al ‘Aziz menunjukkan keelokan batinnya yang memiliki rasa ‘iffah (suci) secara sempurna dengan mengatakan kata-kata yang disebutkan pada ayat selanjutnya.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *