Tafsir Surah Fathir Ayat 39-45

[10] Yakni keterangan yang membenarkan perbuatan syirk. Ternyata tidak ada, karena sebelum Al Qur’an tidak ada kitab yang turun kepada mereka dan sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada yang memberi peringatkan mereka.

[11] Jika seseorang bertanya, “Jika dalil naqli dan dalil ‘aqli menunjukkan batilnya syirk, lalu apa yang membuat kaum musyrik tetap di atas perbuatan syirk, padahal di tengah-tengah mereka ada orang yang berakal, yang cerdas dan pandai? Maka jawabannya tercantum dalam lanjutan ayatnya, yaitu firman-Nya, “Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.” Inilah yang mereka lakukan, mereka tidak memiliki hujjah tetapi hanya mendapat pesan dari kawan-kawannya serta penghiasan dari mereka, demikian pula karena orang yang terlambat dari mereka mengikuti orang yang di depan padahal sesat, dan karena angan-angan setan yang menghias indah perbuatan buruk mereka, sehingga tertanamlah dalam hati mereka dan menjadi sifat yang melekat dalam diri mereka, sehingga sulit disingkirkan, dan berat dipisahkan, maka terjadilah apa yang terjadi berupa tetap di atas syirk dan kekafiran serta kebatilan.

[12] Ada yang berpendapat, yaitu menjanjikan bahwa patung-patung itu memberi syafaat.

[13] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang sempurnanya kekuasaan-Nya, sempurnanya rahmat-Nya, dan luasnya santun dan ampunan-Nya, dan bahwa Dia menahan langit dan bumi agar tidak lenyap, dan bahwa jika keduanya lenyap, maka tidak ada yang dapat yang dapat menahannya kecuali Allah Subhaanahu wa Ta’aala., di samping itu karena kelemahan mereka (makhluk-Nya) baik kemampuan maupun kekuatan untuk menjaganya. Akan tetapi Allah Subhaanahu wa Ta’aala menetapkan agar langit dan bumi tetap ada sebagaimana disaksikan agar menjadi tempat bagi makhluk-Nya, bisa memberi manfaat dan mengambil pelajaran agar mereka mengetahui sebagian dari besarnya kekuasaan-Nya dan kekuatan kemampuan-Nya sehingga membuat hati mereka membesarkan-Nya dan mengagungkan-Nya, mencintai dan memuliakan-Nya, dan agar mereka mengetahui sempurnanya santun dan ampunan-Nya dengan memberi tangguh orang-orang yang berdosa, tidak segera menyiksa orang-orang yang bermaksiat, padahal jika Dia memerintahkan langit untuk menimpakan bebatuan kepada manusia tentu akan terjadi, dan jika Dia mengizinkan bumi untuk membinasakan manusia, tentu bumi akan menelan mereka, akan tetapi ampunan-Nya begitu luas sehingga mengena mereka, demikian pula santun (kesabaran)-Nya dan kepemurahan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

[14] Yakni kaum musyrik Mekah.

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *