Tafsir Surah Luqman Ayat 1-11

11. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah[29]. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

[1] Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengisyaratkan dengan isyarat yang menunjukkan keagungan kepada ayat-ayat Al Qur’an ini. Ayat-ayatnya penuh hikmah (bijaksana), turun dari Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Di antara kebijaksanaannya adalah bahwa ayat-ayat tersebut datang dengan lafaz yang begitu jelas dan fasih, lagi menunjukkan makna yang paling agung dan paling baik. Termasuk kebijaksanannya pula adalah semua yang ada di dalamnya berupa berita yang lalu dan yang akan datang serta berita gaib semuanya sesuai kenyataan, tidak diselisihi oleh satu kitab pun di antara kitab-kitab samawi yang masih murni, dan tidak menyalahi berita yang disampaikan para nabi, di samping itu tidak ada ilmu yang dirasakan dan ilmu yang masuk akal menyalahi apa yang ditunjukkan oleh ayat-ayatnya. Termasuk kebijaksanaan ayat-ayatnya adalah ia tidaklah memerintahkan kecuali yang murni maslahat atau lebih kuat maslahatnya, dan tidaklah ia melarang kecuali yang murni mafsadat atau lebih kuat mafsadatnya, dan pada umumnya ia tidaklah memerintahkan sesuatu kecuali menyebutkan hikmah dan faedahnya, serta tidak melarang sesuatu kecuali menyebutkan bahayanya. Termasuk kebijaksanaannya adalah ia menggabung antara targhib dan tarhib (dorongan dan ancaman), dan nasehatnya begitu menyentuh. Termasuk kebijaksanaannya adalah adanya pengulangan, seperti pada kisah, hukum, dan sebagainya, agar tetap diingat di mana semuanya bersesuaian, dan tidak bertentangan. Oleh karena itu, setiap kali orang yang berpandangan tajam mentadabburinya dan menggerakkan akal pikirannya untuk merenunginya, maka akalnya akan terkagum-kagum kepadanya karena kesesuaiannya, sehingga ia akan memastikan bahwa ia turun dari yang Mahabijaksana lagi Maha terpuji. Akan tetapi, meskipun ayat-ayatnya begitu bijaksana dan mengajak kepada akhlak yang bijaksana serta melarang akhlak yang buruk, namun banyak manusia yang tidak mengambilnya menjadi petunjuk, berpaling dari beriman kepadanya dan mengamalkannya kecuali orang yang Allah beri taufik dan Allah jaga, yaitu mereka yang berbuat ihsan dalam beribadah dan berbuat ihsan kepada hamba-hamba Allah. Maka ayat-ayatnya menjadi petunjuk dan rahmat bagi mereka sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya.

[2] Yang menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.

[3] Dengannya mereka dapat berbahagia di dunia dan akhirat, memperoleh kebaikan yang banyak, pahala yang besar, kegembiraan dan keberuntungan, serta terhindar dari kesesatan dan kesengsaraan.

[4] Disebutkan shalat dan zakat secara khusus di antara sekian banyak amal saleh karena keutamaannya, karena dalam shalat terdapat keikhlasan, bermunajat dengan Allah, ibadah secara merata dari hati, lisan dan anggota badan. Sedangkan dalam zakat, terdapat ihsan kepada hamba-hamba Allah, membersihkan pelakunya dari sifat buruk, memberi manfaat kepada saudaranya yang muslim, menutupi kebutuhan mereka, dan membuktikan (burhan) bahwa pelakunya lebih mencintai Allah daripada hartanya, sehingga ia keluarkan sesuatu yang dicintainya untuk memperoleh sesuatu yang lebih dicintainya yaitu keridhaan Allah.

[5] Yakin merupakan ilmu yang sempurna, di mana hal itu menjadikan mereka mau beramal, takut kepada siksa Allah sehingga meninggalkan maksiat.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *