Tafsir Surah Luqman Ayat 1-11

[6] Yakni orang-orang yang berbuat ihsan tersebut, yang menggabung antara ilmu yang sempurna (yakin) dan amal.

[7] Yang senantiasa mengurus mereka dengan nikmat-nikmat-Nya dan menghindarkan musibah dari mereka. Dialah yang memberikan tarbiyah (pendidikan) khusus, tarbiyah untuk batin mereka dengan kitab yang diturunkan-Nya, dan ini merupakan bentuk tarbiyah yang paling utama.

[8] Mereka memperoleh ridha Tuhan mereka, pahala-Nya di dunia dan akhirat, serta selamat dari kemurkaan dan siksa-Nya, karena mereka menempuh jalan yang mengarah kepada keberuntungan, yang di antara jalannya adalah mendirikan shalat sebagaimana biasa dikumandangkan oleh setiap muazin, Hayya ‘alal falaah.

[9] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan tentang orang-orang yang mengambil Al Qur’an sebagai petunjuk dan mendatanginya, maka Dia menyebutkan orang yang berpaling darinya, tidak peduli terhadapnya, dan akhirnya ia mendapat hukuman, yaitu dengan digantikan untuknya ucapan yang batil, ia pun meninggalkan ucapan yang tinggi dan ucapan yang baik, dan mengantinya dengan ucapan yang paling buruk dan jelek.

[10] Yaitu orang yang berpaling dari Al Qur’an.

[11] Yaitu ucapan-ucapan yang memalingkan hati dan menghalanginya dari tuntutan yang agung. Termasuk ke dalam perkataan yang sia-sia ini adalah setiap ucapan yang haram, setiap ucapan yang batil dan sia-sia, ucapan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, ucapan orang-orang yang menolak kebenaran, syubhat, ghibah (menggunjing orang lain), namimah (adu domba), dusta, mencaci-maki, nyanyian, hal-hal yang melalaikan yang tidak ada manfaatnya bagi agama maupun dunia.

[12] Setelah dirinya sesat, dia sesatkan orang lain. Ucapannya yang menyesatkan itu menghalanginya dari ucapan yang bermanfaat, dari amal yang bermanfaat, dari kebenaran dan jalan yang lurus. Ucapan yang sesat itu menjadi sempurna kesesatannya ketika ia mencacatkan petunjuk dan kebenaran dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan olokan, dia mengolok-olokkannya, demikian pula mengolok-olokkan orang yang membawanya. Sehingga ketika dipadukan antara memuji yang batil dan mendorong orang lain kepadanya, mengkritik yang hak, mengolok-olokkannya, dan mengolok-olokkan orang yang membawanya, ditambah lagi dengan menyesatkan orang yang tidak berilmu, dan menipunya, maka semakin sempurnalah kesesatannya, dan bagi mereka azab yang pedih.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *