Tafsir Surah Luqman Ayat 12-19

16. (Luqman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi[19], dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan[20]. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti[21].

17. Wahai anakku! Laksanakanlah shalat[22] dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar[23] dan [24]bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting[25].

18. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong)[26] dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh[27]. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong[28] dan membanggakan diri[29].

19. Dan sederhanakanlah dalam berjalan[30] dan lunakkanlah suaramu[31]. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai[32].

[1] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya yang mulia; Luqman. Nikmat yang diberikan-Nya itu adalah hikmah (kebijaksanaan), yaitu pengetahuan terhadap kebenaran sesuai keadaan yang sebenarnya dan mengetahui rahasianya. Hikmah adalah mengetahui hukum-hukum dan mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya, karena terkadang seseorang berilmu namun tidak mengetahui hikmahnya. Berbeda dengan hikmah, maka ia mencakup ilmu, amal, dan hikmah atau rahasianya. Oleh karena itulah, ada yang menafsirkan hikmah dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberikan nikmat yang besar ini, Dia memerintahkan Beliau untuk bersyukur, agar nikmat itu diberkahi dan bertambah. Demikian pula memberitahukan, bahwa syukur yang dilakukan seseorang manfaatnya untuk dirinya sendiri, dan jika kufur, maka bencananya pun untuk dirinya sendiri.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *