Tafsir Surah Ash Shaaffaat Ayat 83-113

[5] Yakni bagaimana anggapanmu jika kamu menemui-Nya sedangkan kamu menyembah selain-Nya, apa yang akan Dia lakukan terhadapmu, atau apa anggapanmu tentang tindakan yang akan dilakukan Tuhan semesta alam terhadapmu karena kamu menyembah selain-Nya? Ini merupakan kalimat untuk menakut-nakuti mereka dengan siksaan jika mereka tetap di atas perbuatan syirknya.

[6] Kaum Nabi Ibrahim adalah orang-orang yang biasa mempelajari ilmu nujum, maka pada suatu hari mereka keluar mendatangi tempat mereka berhari raya dan meninggalkan makanannya di dekat patung-patung sambil bertabarruk (ngalap berkah) dari patung-patung itu, di mana jika mereka kembali, maka mereka akan makan makanan itu. Ketika mereka hendak keluar, mereka berpapasan dengan Nabi Ibrahim dan berkata kepadanya, “Keluarlah bersama kami.” Lalu Nabi Ibrahim memandang sekilas ke bintang dan berkata, “Sesungguhnya aku sakit,” dengan maksud agar ia tetap di situ untuk melaksanakan rencananya menghancurkan sesembahan mereka. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan, bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tidaklah berdusta kecuali dalam tiga keadaan; dua di antaranya dilakukan karena Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu ucapannya, “Sesungguhnya saya sakit,” ucapannya, “Bahkan patung yang besar inilah yang melakukannya (yang menghancurkannya),” dan ucapannya tentang istrinya, “Sesungguhnya dia saudariku.”

[7] Saat itulah Beliau menemukan kesempatannya.

[8] Maksud Ibrahim dengan perkataan itu, ialah mengejek berhala-berhala itu, karena di dekat berhala itu banyak diletakkan makanan-makanan yang enak sebagai sajian-sajian (sesajen).

[9] Jika demikian sangat tidak layak sekali sesembahan seperti ini disembah, di mana ia lebih lemah daripada hewan yang masih bisa makan dan bersuara.

[10] Maka Nabi Ibrahim menghancurkan berhala itu berkeping-keping selain berhala yang besar agar mereka bertanya kepadanya.

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *