Tafsir Surah Az Zumar Ayat 68-75

72. Dikatakan (kepada mereka)[22], “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu[23] (kamu) kekal di dalamnya[24].” Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri[25].

73. [26]Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar[27] ke dalam surga secara berombongan[28]. Sehingga apabila mereka sampai ke surga dan pintu-pintunya telah dibukakan[29] penjaga-penjaganya berkata kepada mereka[30], “Kesejahteraan[31] (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu[32]! Maka masukilah, kamu kekal di dalamnya[33].”

74. Dan mereka berkata[34], “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami[35] dan telah memberikan tempat ini (surga) kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki[36].” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal[37].”

75. Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy[38] bertasbih[39] sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil[40] dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam[41].”

[1] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menakut-nakuti mereka dengan keagungan-Nya, maka Dia menakut-nakuti mereka dengan keadaan pada hari Kiamat, mentargib (memberikan dorongan) dan mentarhib mereka (menakut-nakuti).

[2] Sangkakala adalah qarn (tanduk) yang besar, tidak ada yang mengetahui besarnya kecuali Penciptanya dan makhluk yang diberitahukan Allah, lalu malaikat Israfil ‘alaihis salam meniupnya. Ia adalah salah satu malaikat yang didekatkan, salah satu malaikat pemikul ‘Arsy. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُذِنَ لِيْ أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللهِ تَعَالَى مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ ، مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيْرَةَ سَبْعِمِائَةِ سَنَةٍ

“Telah diizinkan kepadaku untuk memberitahukan tentang salah satu malaikat Allah Ta’ala yang termasuk pemikul ‘Arsy, dimana jarak antara cuping telinganya dengan bahunya sejauh perjalanan 700 tahun.” (HR. Abu Dawud, Thabrani dalam Al Awsath, Nasa’i, Ibnu Syahin dalam Al Fawaa’id, dan Ibnu ‘Asaakir, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 151)

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *