Tafsir Surah Al Fath Ayat 10-24

24. [46]Dan Dia-lah yang mencegah tangan mereka[47] dari (membinasakan) kamu dan (mencegah) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah[48], setelah Allah memenangkan kamu atas mereka[49]. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan[50].

[1] Yaitu melakukan Bai’atur ridhwan di Hudaibiyah.

[2] Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Setelah sampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan Beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’at (janji setia) kepada beliau. Mereka pun mengadakan janji setia kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai kemenangan tercapai dan tidak akan mundur. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai’atur Ridwan. Bai’atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.

[3] Orang yang berjanji setia biasanya berjabatan tangan. Cara berjanji setia dengan Rasul ialah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Maksud tangan Allah di atas mereka ialah bahwa mereka seakan-akan membai’at Allah, dan bahwa berjanji dengan Rasulullah sama dengan berjanji dengan Allah yang mengharuskan untuk dipenuhi. Hendaklah diperhatikan bahwa Allah Mahasuci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhluk-Nya.

[4] Karena akibat dan hukumannya kembali kepada dirinya.

[5] Dimana besar dan ukurannya tidak diketahui kecuali oleh Allah yang memberikannya.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *