Tafsir Surah Al Fath Ayat 10-24

[23] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan uzur seseorang boleh tidak ikut berjihad.

[24] Di dalamnya terdapat apa yang diinginkan oleh jiwa dan hal yang menyejukkan pandangan.

[25] Dari taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

[26] Oleh karena itu, kebahagiaan seluruhnya terletak pada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, sebaliknya ksengsaraan terletak pada maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.

[27] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan karunia dan rahmat-Nya dengan meridhai kaum mukmin ketika mereka membaiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bai’at yang menjernihkan wajah-wajah mereka. Sebab bai’at yang dikenal dengan nama “Bai’aturridhwan” atau “Bai’at Ahlisy syajarah” adalah ketika terjadi pembicaraan antara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kaum musyrik pada hari Hudaibiyah tentang kedatangannya, dan bahwa kedatangan Beliau bukan untuk memerangi seorang pun, tetapi maksudnya untuk menziarahi Baitullah sambil memuliakannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan Utsman bin ‘Affan ke Mekah untuk menyampaikan maksudnya, lalu sampailah berita yang tidak benar, yaitu bahwa Utsman dibunuh oleh kaum musyrik. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan kaum mukmin yang ada bersamanya yang jumlahnya kurang lebih 1500 orang, lalu mereka membaiat Beliau di bawah sebuah pohon untuk memerangi kaum musyrik sampai titik darah penghabisan dan tidak akan melarikan diri. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan, bahwa Dia ridha kepada kaum mukmin terhadap sikap mereka itu, dimana hal itu merupakan ketaatan yang besar dan ibadah yang agung.

[28] Di Hudaibiyah.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *