Tafsir Surah Al Hasyr Ayat 1-10

[35] Dan dari tamak terhadap harta. Termasuk menjaga dari kekikiran diri adalah menjaga diri dari kekikiran dalam mengerjakan semua yang diperintahkan Allah, karena apabila seorang hamba dijaga dari kekikiran dirinya, maka ia akan melaksanakan perintah Allah dengan suka rela dan lapang dada dan dirinya rela meninggalkan apa yang dilarang Allah Subhaanahu wa Ta’aala meskipun ia menyukainya. Ia pun akan mengorbankan hartanya di jalan Allah dan mencari keridhaan-Nya. Dengan begitu tercapailah keberuntungan. Berbeda dengan orang yang ditimpa sikap kikir untuk berbuat baik, dimana hal ini merupakan sumber keburukan dan materinya.

[36] Untuk diri mereka dan seluruh kaum mukmin. Doa ini mengena kepada seluruh kaum mukmin yang terdahulu dari kalangan para sahabat, sebelum mereka dan setelah mereka. Hal ini termasuk keutamaan iman, dimana kaum mukmin dapat memperoleh manfaat dari keimanan sebagian mereka dari sebagian yang lain dan doa dari sebagian mereka kepada sebagian yang lain karena ikut serta dalam keimanan yang menghendaki untuk mengikat persaudaraan antara kaum mukmin, dimana di antara cabangnya adalah satu sama lain saling mendoakan dan saling mencintai. Oleh karena itulah, dalam doa ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan penafian ghil (dengki dan dendam) baik sedikit maupun banyak, dimana apabila ghil itu tidak ada, maka akan tetap kebalikannya, yaitu kecintaan antara kaum mukmin, saling berwala (membela), menasihati dan lain sebagainya yang termasuk hak orang-orang mukmin.

[37] Dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyifati generasi setelah sahabat dengan iman, karena ucapan mereka, “Yang telah beriman lebih dahulu dari kami” menunjukkan keikutsertaan mereka dengan keimanan, dan bahwa mereka mereka mengikuti para sahabat dalam beraqidah dan dalam beragama. Mereka ini adalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala juga menyifati mereka dengan mengakui dosa dan beristighfar darinya serta permohonan ampun mereka untuk saudara mereka, usaha mereka untuk menghilangkan rada iri dan dendam dari hati mereka terhadap saudara mereka kaum mukmin karena doa tersebut menghendaki demikian, dan agar mereka mencintai saudara mereka sebagaimana mereka mencintai diri mereka, bersikap tulus kepada mereka di waktu hadir maupun di waktu tidak hadir, di masa hidup maupun setelah mati. Ayat ini juga menunjukkan bahwa hal itu termasuk hak-hak kaum mukmin yang satu dengan yang lain. Selanjutnya mereka tutup doa mereka dengan dua nama Allah Yang Mulia yang menunjukkan sempurnanya rahmat Allah, sangat sayang, serta berbuat ihsan kepada mereka yang di antaranya adalah dengan memberi mereka taufiq untuk memenuhi hak Allah dan hak-hak hamba-Nya.

Dalam ayat ini juga tersirat sikap yang harus kita lakukan terhadap para sahabat, yaitu mencintai mereka, mengucap taradhhiy (radhiyallahu ‘anhum), menjaga lisan dari menjelekkan mereka, menyebutkan keutamaan mereka, menahan diri dari perselisihan yang terjadi di antara mereka, meyakini bahwa mereka tidak ma’shum dan bahwa perselisihan di antara mereka itu terjadi karena ijtihadnya, yang benar mendapatkan dua pahala dan yang salah mendapat satu pahala. Di samping itu, mereka (para sahabat) memiliki keutamaan dan kebaikan yang besar yang menghilangkan keburukan yang terjadi di antara mereka jika memang terjadi.

Demikianlah artikel mengenai Tafsir Surah Al Hasyr Ayat 1-10. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai Tafsir Al Qur,an. Bagi sobat yang sudah membaca tulisan diatas, sobat bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar. Saran dan kritik sobat sangat berguna untuk perkembangan situs ini kedepannya. Salam Edukasi

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *